Selasa, 23 November 2010

kota terbengkalai

Dijuluki sebagai Pulau hantu, kota pulau yang dibangun oleh Mitsubishi ini pernah tercatat sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Nama lainnya adalah Pulau Hashima (berarti “Pulau Perbatasan”), umumnya juga disebut Gunkanjima (berarti “Pulau Perperangan”) adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki sekitar 15 kilometer dari Nagasaki sendiri.

Pulau ini dihuni dari tahun 1887 hingga 1974 sebagai fasilitas penambangan batubara. Fasilitas seperti bioskop, dokter, arcade, restoran dan bar ditambahkan kemudian, dan kota ini menjadi sebuah komunitas, berkembang mikrokosmos. Seluruh kompleks dihubungkan melalui terowongan bawah tanah. Pada puncaknya ditahun 1959, Pulau Hashima adalah kota paling padat penduduknya di dunia, dengan 5.259 penduduk pada outcropping, pulau kecil berbatu. Itu berarti ada 835 orang untuk setiap 2,5 hektar.

Ketika minyak bumi menggantikan batubara di Jepang pada tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup di seluruh negeri, dan tambang Hashima pun tak terkecuali. Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut pada tahun 1974, dan hingga hari ini kosong dan kosong, sehingga disebut Pulau Hantu. Perjalanan ke Hashima saat ini telah dilarang.

5. Abandoned Man-Made Military Island

Fort Carroll adalah sebuah pulau benteng buatan seluas 3,4 hektar (14.000 m²) yang telah ditinggalkan di tengah Sungai Patapsco, tepat di sebelah selatan Baltimore, Maryland. Pada Perang Dunia II, pernah digunakan sebagai lapangan tembak bagi Tentara dan sebuah pos pemeriksaan untuk kapal.

Pemerintah tidak lagi menggunakan benteng sebagai pos militer pada tahun 1920, dan pulau ini dinyatakan sebagai ‘kelebihan properti’ pada tahun 1923. Pada bulan Mei 1958, seorang pengacara Baltimore membeli pulau seharga $ 10.000, namun rencana pembangunan tidak pernah terwujud. Benteng tersebut sekarang tetap sepi.

sumber: http://dreamindonesia.wordpress.com/2010/11/04/inilah-5-kota-pulau-yang-jarang-diketahui-terlupakan-dan-terbengkalai/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar